Apa Itu Saham Syariah?
7 Agu 2026
-
Waktu Baca 5 Menit

Definisi Saham Syariah
Saham syariah adalah saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang kegiatan usaha dan cara pengelolaannya sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Saham ini memungkinkan investor Muslim (dan siapa pun yang ingin berinvestasi secara etis sesuai nilai-nilai Islam) untuk berinvestasi di pasar modal tanpa melanggar ketentuan agama.
Di Indonesia, saham syariah diatur dan diawasi oleh OJK bersama Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Daftar efek syariah dikumpulkan dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diperbarui secara berkala biasanya dua kali setahun, setiap Mei dan November.

Prinsip Syariah dalam Investasi Saham
Ada dua lapis kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah saham bisa dikategorikan sebagai saham syariah:
1. Kriteria Bisnis (Halal Screening)
Perusahaan tidak boleh bergerak dalam bisnis yang dilarang dalam Islam:
Riba (bunga): bank konvensional, perusahaan pembiayaan konvensional, dan lembaga keuangan berbasis bunga tidak masuk daftar saham syariah
Gharar (ketidakpastian/spekulasi berlebihan): perusahaan asuransi konvensional umumnya dikecualikan karena mengandung elemen gharar. Lembaga judi dan kasino jelas dikecualikan
Maysir (perjudian): perusahaan yang bergerak di industri perjudian atau lotre
Produk haram: produsen atau distributor alkohol, daging babi, rokok (ada perbedaan pandangan ulama), senjata, pornografi, dan produk/layanan haram lainnya
2. Kriteria Keuangan (Financial Screening)
Bahkan jika bisnisnya halal, perusahaan tetap harus memenuhi rasio keuangan tertentu agar sahamnya masuk DES. OJK menetapkan dua rasio utama:
Rasio utang berbasis bunga terhadap total aset ≤ 45%: perusahaan tidak boleh terlalu bergantung pada pinjaman berbasis bunga. Ini secara otomatis menyaring perusahaan dengan leverage keuangan yang sangat tinggi
Rasio pendapatan non-halal terhadap total pendapatan ≤ 10%: pendapatan dari kegiatan yang tidak halal tidak boleh melebihi 10% dari total pendapatan. Batas ini memberikan toleransi bagi perusahaan halal yang mungkin memiliki sedikit pendapatan bunga dari deposito kas yang tidak bisa dihindari
Kriteria keuangan sebagai filter kualitas: Rasio utang berbasis bunga ≤ 45% secara tidak langsung menyaring perusahaan dengan balance sheet yang kuat. Banyak analis nilai menyukai DES karena menyaring perusahaan highly-leveraged yang lebih rentan dalam kondisi suku bunga tinggi.
Baca juga: Apa Itu Financial Freedom?
Daftar Efek Syariah (DES) dan Indeks Saham Syariah
Daftar Efek Syariah (DES)
DES adalah daftar resmi efek yang memenuhi kriteria syariah, diterbitkan oleh OJK. DES mencakup tidak hanya saham tapi juga reksa dana syariah, sukuk, dan efek syariah lainnya. Per periode terakhir, sekitar 400–500 saham masuk dalam DES dari lebih dari 900 saham yang listed di BEI artinya hampir separuh saham di BEI memenuhi kriteria syariah.
Indeks Saham Syariah
ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia): mencakup semua saham di DES yang listed di BEI. Setara dengan IHSG tapi hanya untuk saham syariah. Ini adalah indeks terluas untuk pasar saham syariah Indonesia
JII (Jakarta Islamic Index): 30 saham syariah paling liquid dan berkinerja terbaik dari DES. Ini adalah indeks saham syariah utama yang paling sering digunakan sebagai benchmark oleh reksa dana syariah
JII70: 70 saham syariah paling liquid versi yang lebih luas dari JII
IDX-MES BUMN17: indeks saham BUMN yang masuk kategori syariah untuk investor yang ingin fokus di BUMN syariah

Cara Berinvestasi di Saham Syariah
Saham Syariah Langsung di BEI
Investor bisa membeli saham yang masuk DES melalui rekening saham biasa tidak perlu rekening khusus syariah. Cukup pastikan saham yang dibeli ada dalam daftar DES terbaru yang bisa dicek di website OJK atau BEI.
Reksa Dana Syariah
Alternatif yang lebih praktis, terutama bagi investor yang tidak ingin memilih saham sendiri. Reksa dana saham syariah hanya boleh berinvestasi pada saham-saham yang masuk DES. Manajer investasi yang mengelola reksa dana syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah masing-masing.
Baca juga: Apa Itu Break Even Point? Pengertian Rumus dan Contohnya
Akun Syariah di Sekuritas
Beberapa sekuritas menawarkan akun khusus syariah yang secara otomatis memfilter saham yang bisa diperdagangkan hanya yang masuk DES. Fitur ini memudahkan investor yang tidak mau secara manual memverifikasi status syariah setiap saham yang akan dibeli.
Kinerja Saham Syariah vs Konvensional
Apakah screening syariah mengorbankan return?
Secara historis, kinerja ISSI tidak jauh berbeda dari IHSG dalam jangka panjang. Beberapa periode ISSI outperform IHSG (terutama saat kondisi keuangan sektor perbankan konvensional sedang tertekan) dan di periode lain IHSG outperform. Perbedaannya tidak signifikan secara statistik dalam jangka panjang, yang mengindikasikan bahwa kriteria syariah tidak secara material mengorbankan return investasi.
Saat ISSI cenderung outperform IHSG: saat suku bunga naik tinggi (bank konvensional tertekan, tidak masuk ISSI) atau saat ada krisis di sektor keuangan
Saat IHSG cenderung outperform ISSI: saat bank dan perusahaan keuangan konvensional sedang dalam tren kuat karena tidak ada dalam komponen ISSI
Baca juga: Apa Itu BI Rate? Fungsi dan Dampaknya pada Investasi Saham
Kesimpulan
Saham syariah bukan sekadar produk investasi untuk investor Muslim ia adalah segmen pasar modal yang menawarkan karakteristik unik: bisnis yang bergerak di sektor halal dengan leverage yang tidak berlebihan. Dengan hampir separuh saham di BEI masuk dalam DES, investor punya banyak pilihan tanpa harus mengorbankan diversifikasi atau return secara material.
Sebelum membeli saham, cek DES terbaru di website OJK atau BEI (terbit Mei dan November). Jika kamu investor yang mengutamakan prinsip syariah, gunakan JII sebagai referensi 30 saham syariah terliquid dan terbaik setara dengan LQ45 tapi untuk universe saham syariah.
Kalau Anda ingin mulai belajar investasi saham dari nol tanpa bingung, Revalue Academy menyediakan Freeclass yang bisa Anda ikuti secara gratis. Daftar sekarang di revalueacademy.id dan ambil langkah pertama Anda hari ini.




