Apa Itu Depositary Receipts?
1 Agu 2026
-
Waktu Baca 5 Menit

Pengertian Depositary Receipts
Depositary Receipts (DR) atau Sertifikat Penitipan adalah instrumen keuangan yang memungkinkan investor di satu negara untuk memiliki saham perusahaan yang terdaftar di bursa negara lain, tanpa harus langsung bertransaksi di bursa asing tersebut. DR adalah 'sertifikat pengganti' yang mewakili kepemilikan atas sejumlah saham asli yang disimpan oleh bank kustodian di negara asal perusahaan.
Secara sederhana: ketika sebuah perusahaan ingin menarik investor asing tanpa melakukan listing langsung di bursa negara tersebut, ia bisa menerbitkan DR. Investor asing membeli DR seperti membeli saham biasa di bursa lokal mereka dalam mata uang lokal, mengikuti regulasi lokal sementara saham aslinya tetap disimpan oleh bank kustodian di negara asal perusahaan.
Analogi sederhana: Bayangkan kamu ingin memiliki sebidang tanah di Jepang tapi tidak bisa beli langsung karena regulasi kepemilikan asing. Bank terpercaya di Jepang membeli tanahnya atas namanya, lalu menerbitkan 'sertifikat kepemilikan' yang bisa kamu beli dan perdagangkan di Indonesia. Kamu mendapat manfaat ekonomi dari tanah itu (nilai naik, sewa) tanpa harus berhubungan langsung dengan sistem hukum Jepang. Itulah esensi Depositary Receipt.

Jenis-Jenis Depositary Receipts
ADR (American Depositary Receipt)
Jenis DR yang paling umum dan paling dikenal. ADR adalah sertifikat yang diterbitkan oleh bank depositori AS (biasanya JPMorgan, Citibank, atau BNY Mellon) yang mewakili kepemilikan atas saham perusahaan non-AS. ADR diperdagangkan di bursa-bursa AS (NYSE, Nasdaq, atau OTC) dalam denominasi dolar AS.
ADR memungkinkan investor AS untuk memiliki saham perusahaan asing dari Alibaba (China), ASML (Belanda), Toyota (Jepang), hingga Grab (Singapura/AS) semudah membeli saham Apple atau Microsoft. Dari sisi perusahaan asing, ADR membuka akses ke pool modal investor AS yang sangat besar tanpa harus memenuhi seluruh persyaratan listing langsung di AS.
GDR (Global Depositary Receipt)
Mirip dengan ADR tapi diperdagangkan di lebih dari satu bursa internasional sekaligus paling umum di London Stock Exchange (LSE) dan Luxembourg Stock Exchange. GDR memberikan akses ke investor global yang lebih luas dari ADR yang hanya di AS. Banyak perusahaan dari Eropa Timur, Rusia (sebelum sanksi), India, dan Asia yang menggunakan GDR untuk meningkatkan visibilitas di pasar modal internasional.
EDR (European Depositary Receipt) dan CDR (Canadian DR)
Versi regional yang lebih spesifik. Konsepnya sama mewakili kepemilikan atas saham asing yang diperdagangkan di bursa Eropa atau Kanada. Tidak sepopuler ADR dan GDR dalam hal volume perdagangan global.
Baca juga: Apa Itu P/E Ratio? Cara Hitung & Contoh
Cara Kerja Depositary Receipts
Mekanisme Penerbitan
Perusahaan (atau pemegang saham besar) menyerahkan saham asli kepada bank kustodian di negara asal
Bank kustodian menyimpan saham tersebut dan menerbitkan DR dalam jumlah yang proporsional kepada bank depositori di negara target
Bank depositori mendaftarkan DR di bursa target dan menjualnya ke investor
Investor membeli DR seperti membeli saham biasa di bursa, dalam mata uang lokal, melalui broker lokal
Rasio DR terhadap Saham Asli
Satu DR tidak selalu mewakili satu saham. Rasio bisa bervariasi misalnya 1 ADR = 10 saham, atau 5 ADR = 1 saham tergantung pada harga saham asli dan preferensi agar harga DR berada dalam range yang sesuai ekspektasi investor di negara target.
Contoh: Alibaba listing di NYSE dalam bentuk ADR. Setiap 1 ADR BABA mewakili 8 saham biasa Alibaba yang terdaftar di Hong Kong. Jadi jika harga saham BABA di Hong Kong HKD 80, maka harga ADR BABA seharusnya mendekati 8 × HKD 80 = HKD 640, atau sekitar USD 82 (dengan kurs HKD/USD).

Hak-Hak Pemegang DR
Dividen: pemegang DR berhak atas dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asal. Bank depositori mengkonversi dividen dari mata uang asal ke mata uang DR dan mendistribusikannya ke pemegang DR
Corporate actions: pemegang DR mendapat manfaat dari stock split, rights issue, dan aksi korporasi lainnya secara proporsional
Voting rights: tergantung struktur DR. Beberapa DR memberikan hak voting melalui bank depositori, sementara yang lain tidak. ADR sponsored biasanya memberikan hak voting, unsponsored tidak
Konversi ke saham asli: dalam banyak kasus, pemegang DR bisa mengkonversi DR mereka ke saham asli (dan sebaliknya) meski proses ini bisa memakan biaya dan waktu
Baca juga: Apa Itu Financial Freedom?
Sponsored vs Unsponsored DR
Aspek | Sponsored DR | Unsponsored DR |
Inisiator | Perusahaan penerbit sendiri | Bank depositori (tanpa persetujuan perusahaan) |
Keterlibatan perusahaan | Aktif perusahaan memberikan laporan keuangan dan informasi | Pasif perusahaan tidak terlibat langsung |
Hak voting | Biasanya ada | Biasanya tidak ada |
Transparansi | Tinggi laporan keuangan tersedia | Lebih terbatas |
Listing | Bisa di bursa utama (NYSE, Nasdaq) | Biasanya hanya OTC (Over the Counter) |
DR dan Relevansinya untuk Investor Indonesia
ADR Perusahaan Indonesia di AS
Beberapa perusahaan Indonesia besar pernah atau masih memiliki ADR yang diperdagangkan di pasar AS. Ini memungkinkan investor AS untuk memiliki saham Indonesia tanpa harus berhubungan dengan BEI. Meski saat ini tidak banyak emiten Indonesia yang aktif di ADR, beberapa bank dan perusahaan resources Indonesia pernah menggunakan instrumen ini untuk meningkatkan visibilitas di kalangan investor institusional global.
Implikasi Arbitrase
Ketika DR dan saham aslinya diperdagangkan di dua pasar berbeda, bisa timbul perbedaan harga karena perbedaan waktu perdagangan, sentimen lokal, dan biaya konversi. Perbedaan harga yang terlalu besar akan dikoreksi oleh mekanisme arbitrase investor membeli yang lebih murah dan menjual yang lebih mahal hingga harga konvergen.
Baca juga: Apa Itu BI Rate? Fungsi dan Dampaknya pada Investasi Saham
Kesimpulan
Depositary Receipts adalah jembatan yang menghubungkan pasar modal di berbagai negara memungkinkan perusahaan mengakses modal global dan memungkinkan investor mengakses peluang investasi di luar negeri dengan cara yang lebih mudah dan familiar. Di Indonesia, perkembangan IDR adalah langkah maju yang signifikan dalam memperluas akses investor domestik ke ekosistem perusahaan global.
Kalau Anda ingin mulai belajar investasi saham dari nol tanpa bingung, Revalue Academy menyediakan Freeclass yang bisa Anda ikuti secara gratis. Daftar sekarang di revalueacademy.id dan ambil langkah pertama Anda hari ini.




