Apa Itu P/E Ratio (Price to Earnings)? Pengertian, Cara Menghitung, dan Contohnya
12 Mei 2026
-
Waktu Baca 4 Menit
Pengertian P/E Ratio
P/E Ratio atau Price to Earnings Ratio adalah rasio valuasi saham yang membandingkan harga saham suatu perusahaan dengan laba per saham (Earnings Per Share/EPS) yang dihasilkannya. P/E Ratio merupakan salah satu indikator paling populer digunakan investor untuk menilai apakah sebuah saham sedang mahal, murah, atau wajar secara relatif.
Secara sederhana, P/E Ratio menjawab pertanyaan: “Berapa rupiah yang harus kamu bayar untuk setiap satu rupiah laba yang dihasilkan perusahaan?” Semakin tinggi P/E Ratio, semakin mahal harga saham relatif terhadap labanya, dan sebaliknya.
Rumus dan Cara Menghitung P/E Ratio
Rumus P/E Ratio:
P/E Ratio = Harga Saham per Lembar ÷ Earnings Per Share (EPS)
Atau bisa juga dinyatakan sebagai:
P/E Ratio = Market Capitalization ÷ Total Laba Bersih
Contoh Perhitungan
Misalkan saham PT Bagus Sekali Tbk:
• Harga saham saat ini: Rp10.000 per lembar
• Laba bersih per tahun: Rp500 miliar
• Total saham beredar: 5 miliar lembar
• EPS = Rp500 miliar ÷ 5 miliar lembar = Rp100 per saham
• P/E Ratio = Rp10.000 ÷ Rp100 = 100x
Artinya, investor bersedia membayar 100 kali lipat dari laba yang dihasilkan per saham. Dengan kata lain, jika laba perusahaan tetap, butuh 100 tahun untuk “balik modal” dari investasi tersebut.
Baca juga: Apa Itu Break Even Point? Pengertian Rumus dan Contohnya
Jenis-Jenis P/E Ratio
1. Trailing P/E (Historical P/E)
Menggunakan data laba 12 bulan terakhir (Last Twelve Months / LTM). Ini adalah jenis P/E yang paling umum karena menggunakan data aktual yang sudah terjadi, bukan proyeksi. Lebih dapat diandalkan karena berbasis fakta. Misalkan data terakhir adalah laba 1Q26 maka perhitungan TTM nya adalah rata-rata dari (2Q25 + 3Q25 + 4Q25 + 1Q26).
2. Forward P/E
Menggunakan proyeksi laba 12 bulan ke depan berdasarkan estimasi analis. Forward P/E berguna untuk menilai valuasi saham berdasarkan ekspektasi pertumbuhan ke depan. Namun, karena berbasis perkiraan, akurasinya bergantung pada ketepatan estimasi laba tersebut.
3. Shiller P/E (CAPE Ratio)
Cyclically Adjusted Price-to-Earnings Ratio, menggunakan rata-rata laba 10 tahun yang disesuaikan dengan inflasi. Berguna untuk menilai valuasi pasar saham secara keseluruhan dalam jangka panjang, dikembangkan oleh ekonom peraih Nobel Robert Shiller.
Baca juga: Apa Itu Compounding? Rahasia Bunga Majemuk
Cara Membaca P/E Ratio
Aspek | Obligasi |
< 10x | Kemungkinan undervalued atau perusahaan sedang bermasalah |
10x – 20x | Wajar untuk saham value / defensif |
20x – 30x | Premium, biasanya saham dengan pertumbuhan moderat |
30x – 50x | Valuasi tinggi, umumnya untuk saham growth |
> 50x | Sangat mahal, perlu pertumbuhan laba luar biasa untuk menjustifikasi harga |
Catatan penting: angka di atas hanyalah panduan umum. P/E Ratio harus selalu dibandingkan dengan rata-rata industri, P/E historis perusahaan, dan konteks pertumbuhan bisnis masing-masing.
Keterbatasan P/E Ratio
P/E Ratio adalah alat yang powerful namun memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan:
Tidak berlaku untuk perusahaan merugi: Jika EPS negatif, P/E Ratio tidak bisa dihitung atau tidak bermakna
Berbeda antar industri: Perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi wajar memiliki P/E 50-100x, sementara perbankan atau utilitas wajar di angka 8-15x
Bisa dimanipulasi: Laba bersih bisa dipengaruhi kebijakan akuntansi. Buyback saham juga bisa meningkatkan EPS tanpa peningkatan bisnis nyata
Tidak mempertimbangkan pertumbuhan: P/E saja tidak cukup; gunakan juga PEG Ratio (P/E dibagi Growth Rate) untuk mempertimbangkan laju pertumbuhan
Kondisi siklus bisnis: Saat ekonomi booming, laba perusahaan tinggi sehingga P/E terlihat rendah. Saat resesi, laba turun dan P/E melonjak meski harga sudah turun
Baca juga: Apa Itu Emas Safe Haven?
P/E Ratio vs PBV: Mana yang Lebih Baik?
P/E Ratio dan Price to Book Value (PBV) adalah dua metrik valuasi yang paling sering digunakan. Perbedaannya:
Aspek | P/E Ratio | PBV (Price to Book Value) |
Fokus | Laba (profitabilitas) | Nilai aset bersih perusahaan |
Cocok untuk | Perusahaan profitable stabil | Perusahaan aset-insentif (bank, properti) |
Keterbatasan | Tidak berlaku jika merugi | Kurang relevan untuk perusahaan teknologi |
Indikator | Seberapa mahal dibanding laba | Seberapa mahal dibanding nilai buku |
Kesimpulan
P/E Ratio atau Price to Earnings Ratio adalah salah satu rasio valuasi paling fundamental dalam analisis saham. Dengan memahami cara menghitung dan membaca P/E Ratio, investor dapat membandingkan apakah sebuah saham mahal atau murah secara relatif. Namun, P/E bukanlah satu-satunya patokan, selalu gunakan bersama metrik lain seperti PBV, ROE, dan analisis pertumbuhan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang nilai sebuah saham.


