Apa Itu Ore dan Dore? Istilah Penting dalam Pertambangan yang Wajib Diketahui Investor
12 Mei 2026
-
Waktu Baca 6 Menit

Kalau anda berinvestasi atau berencana membeli saham perusahaan emiten pertambangan logam mulia, ada dua istilah yang akan terus kamu temui di laporan keuangan, laporan produksi, maupun press release perusahaan: ore dan dore. Keduanya merujuk pada dua tahap berbeda dalam rantai produksi emas
Apa Itu Ore (Bijih)?
Ore atau dalam bahasa Indonesia disebut bijih adalah batuan yang mengandung logam berharga dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk ditambang secara ekonomis. Dalam konteks tambang emas, ore adalah batuan yang mengandung emas dalam kadar yang cukup untuk diekstraksi dengan keuntungan.
Yang perlu dipahami: tidak semua batuan yang mengandung emas otomatis disebut ore. Bumi ini sebenarnya mengandung emas di hampir semua batuannya, tapi dalam jumlah yang sangat kecil dan tidak ekonomis untuk ditambang. Sebuah batuan baru disebut ore jika kadar emasnya melewati batas minimum yang disebut cut-off grade yaitu titik di mana biaya menambang masih lebih rendah dari nilai logam yang dihasilkan.
Satuan Kadar Emas dalam Ore: g/t
Kadar emas dalam ore diukur dalam gram per ton (g/t) artinya berapa gram emas yang terkandung dalam satu ton batuan. Angka ini sangat kecil:
Tambang emas skala besar (open pit): kadar ore mulai dari 0,2 g/t sudah bisa ekonomis
Tambang emas bawah tanah (underground): biasanya butuh kadar minimal 3–5 g/t agar ekonomis karena biaya tambang lebih mahal
Tambang emas berkadar sangat tinggi (high grade): bisa mencapai 10–30 g/t
Analogi sederhana: Bayangkan kamu punya 1.000 kg pasir pantai, dan di dalamnya tersebar keping-keping emas kecil. Pasir itu adalah 'ore'. Proses memisahkan emas dari pasir itulah yang disebut pengolahan bijih (ore processing). Kadar emas yang terlalu rendah (misalnya 0,1 g/t) membuat biaya memisahkan emas lebih mahal daripada nilai emasnya sehingga tidak ekonomis dan bukan dikategorikan ore.
Kadar ore menentukan berapa banyak emas yang bisa diekstraksi per ton batuan yang ditambang. Semakin tinggi ore grade, semakin efisien operasi tambang dan semakin rendah biaya produksi per ons emas (All-In Sustaining Cost / AISC). Penurunan ore grade dari waktu ke waktu adalah sinyal yang perlu diwaspadai bisa berarti deposit terbaik sudah mulai habis.
Baca juga: Apa Itu Emas Safe Haven?
Jenis-Jenis Ore Emas
Oxide Ore (Bijih Oksida): Ore yang terletak dekat permukaan dan sudah teroksidasi. Lebih mudah diolah karena emas lebih bebas (free-milling). Biaya pengolahan lebih murah.
Sulfide Ore (Bijih Sulfida): Ore yang lebih dalam, mengandung mineral sulfida seperti pirit (FeS2) yang 'mengunci' emas di dalamnya. Lebih sulit dan mahal diolah perlu proses tambahan seperti roasting atau pressure oxidation (POX) sebelum bisa diekstraksi.
Refractory Ore: Jenis ore paling sulit diolah. Emas sangat terikat dalam matriks mineral sehingga ekstraksi standar (sianidasi biasa) tidak efektif. Butuh teknologi khusus dan biaya All-In Sustaining Cost (AISC) yang lebih tinggi.
Dari Ore ke Dore: Proses Pengolahan Tambang Emas
Setelah ore ditambang dari perut bumi, ia tidak langsung menjadi emas batangan. Ada serangkaian proses pengolahan yang mengubah ribuan ton batuan menjadi batangan logam semi-murni. Inilah tahapannya:
Tahap 1: Penambangan (Mining)
Ore digali menggunakan metode tambang terbuka (open pit) atau tambang bawah tanah (underground mining). Pilihan metode tergantung kedalaman deposit dan kadar ore. Tambang terbuka lebih murah per ton tapi butuh skala besar; tambang bawah tanah lebih mahal tapi bisa menjangkau deposit kadar tinggi di kedalaman.
Tahap 2: Peremukan dan Penggilingan (Crushing & Grinding)
Batuan ore yang besar-besar dihancurkan (crushing) menjadi potongan kecil, lalu digiling (grinding) hingga menjadi bubuk halus. Tujuannya: membebaskan partikel emas dari mineral batuan di sekitarnya agar bisa diekstraksi.
Tahap 3: Ekstraksi Emas
Metode ekstraksi dipilih berdasarkan jenis ore:
Heap Leaching: Ore ditumpuk di atas lapisan kedap air, lalu disiram larutan sianida yang melarutkan emas. Ekonomis untuk ore berkadar rendah.
Carbon-in-Leach (CIL) / Carbon-in-Pulp (CIP): Bubuk ore dicampur larutan sianida dalam tangki besar, emas larut dan diserap karbon aktif. Metode paling umum di tambang emas modern.
Gravity Separation: Memanfaatkan perbedaan berat jenis. Efektif untuk emas kasar (coarse gold) tapi tidak untuk partikel emas halus.
Tahap 4: Produksi Dore
Emas yang sudah diekstraksi dari larutan kemudian diendapkan, lalu dilebur dalam tungku (smelting) dan dicetak menjadi batangan inilah yang disebut dore bullion.
Baca juga: Apa Itu Newcastle Coal Futures (NCF)?
Apa Itu Dore (Dore Bullion)?
Dore bullion adalah batangan logam semi-murni berbentuk balok yang mengandung campuran emas dan perak hasil akhir dari proses pengolahan bijih di fasilitas tambang. Secara visual, dore terlihat seperti emas batangan, tapi warnanya lebih kusam dan tidak seragam karena masih mengandung impuritas.
Dore adalah produk khas industri tambang emas dan perak. Berbeda dengan nikel yang produk intermediatnya disebut NPI atau MHP, atau tembaga yang menghasilkan konsentrat dalam industri emas, istilah 'dore' sudah menjadi standar global untuk merujuk pada tahap produksi ini.
Komposisi Dore
Komposisi dore bervariasi tergantung karakteristik deposit tambangnya:
Emas (Au): biasanya 60–90% dari berat dore
Perak (Ag): biasanya 5–30%, karena emas dan perak sering ditemukan bersamaan di alam (co-deposit)
Impuritas lain: sisa mineral seperti tembaga, besi, silika dalam jumlah kecil
Rasio emas vs perak dalam dore inilah yang disebut fineness atau kemurnian dore, dan menjadi dasar perhitungan nilai dore saat dijual ke refinery.
Kenapa Dore Bukan Produk Akhir?
Dore masih harus dikirim ke kilang pemurnian (gold refinery) untuk diproses menjadi logam murni berstandar pasar 99,99% adalah standar untuk emas investasi dan perhiasan premium. Proses pemurnian ini menggunakan metode Miller Process (menggunakan gas klor untuk memisahkan perak dan impuritas dari emas) atau Wohlwill Process (elektrolisis untuk kemurnian tertinggi 99,99%).
Perbedaan Ore vs Dore vs Konsentrat vs Bullion
Ore: Batuan mentah dari alam. Kadar emas sangat rendah (0,5–10 g/t). Belum bisa langsung dijual sebagai emas.
Konsentrat (Concentrate): Produk intermediate dari flotasi biasa di tambang tembaga/emas porfiri. Kadar logam sudah meningkat tapi belum berbentuk logam. Berbeda dari dore karena masih berbentuk bubuk/slurry, bukan batangan.
Dore: Batangan semi-murni hasil smelting di lokasi tambang. Kadar emas biasanya 60–90%. Spesifik untuk industri emas dan perak.
Gold Bullion / Emas Batangan: Produk akhir setelah pemurnian di refinery. Kemurnian 99,5–99,99%. Inilah yang diperdagangkan di pasar emas global, digunakan sebagai cadangan devisa bank sentral, atau dijual ke konsumen sebagai emas investasi.
Baca juga: Apa Itu JORC dalam Tambang?
Kesimpulan
Ore dan dore adalah dua tahap kunci dalam rantai produksi tambang emas yang tidak boleh tertukar pengertiannya. Ore adalah batuan mentah berisi emas yang ditambang dari bumi, sedangkan dore adalah batangan logam semi-murni (campuran emas-perak) yang dihasilkan setelah proses pengolahan di lokasi tambang dan masih harus dimurnikan lebih lanjut di refinery sebelum menjadi emas batangan siap pakai.
Istilah dore spesifik digunakan di industri tambang emas dan perak berbeda dari industri nikel yang mengenal MHP dan NPI, atau industri tembaga yang mengenal konsentrat. Memahami perbedaan ini penting karena data produksi dore yang dilaporkan emiten adalah cerminan langsung dari kinerja operasional tambang emas mereka.
Bagi investor saham tambang emas, tiga angka yang paling penting untuk dipantau adalah: ore grade (semakin tinggi semakin baik), volume produksi dore per kuartal (tren pertumbuhan), dan ore reserves total (umur tambang). Ketiganya bersama-sama menentukan apakah sebuah emiten tambang emas layak dinilai premium atau justru sedang dalam tren penurunan fundamental.
Perjalanan investasi yang konsisten butuh komunitas dan panduan yang tepat. Bergabunglah sebagai Member Revalue Academy dan dapatkan akses ke materi, diskusi, dan mentor yang siap mendampingi Anda. Daftar di revalueacademy.id.

