Apa Itu JORC? Standar Internasional Pelaporan Cadangan Tambang
8 Mei 2026
-
Waktu Baca 5 Menit

JORC (Joint Ore Reserves Committee)
JORC adalah singkatan dari Joint Ore Reserves Committee, sebuah komite gabungan yang dibentuk oleh berbagai organisasi pertambangan dan geologi di Australia. JORC menerbitkan standar pelaporan internasional yang dikenal sebagai JORC Code panduan yang mengatur bagaimana perusahaan tambang harus melaporkan estimasi sumber daya mineral (mineral resources) dan cadangan bijih (ore reserves) secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam konteks berinvestasi pada saham-saham di sektor pertambangan, pemahaman tentang JORC sangat penting. Laporan JORC adalah salah satu dokumen paling krusial yang digunakan investor dan analis untuk menilai seberapa besar potensi aset tambang sebuah perusahaan dan pada akhirnya, seberapa besar nilai perusahaan tersebut.
Sejarah Singkat JORC
JORC Code pertama kali diterbitkan pada tahun 1989 oleh tiga organisasi Australia: Australasian Institute of Mining and Metallurgy (AusIMM), Australian Institute of Geoscientists (AIG), dan Minerals Council of Australia (MCA). Sejak saat itu, JORC Code telah direvisi beberapa kali versi terbaru adalah JORC Code 2012 yang menjadi standar yang paling banyak diadopsi secara global hingga sekarang.
Indonesia sendiri mengakui dan menggunakan JORC Code sebagai salah satu standar pelaporan yang valid untuk perusahaan tambang yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama untuk keperluan disclosure kepada investor publik.
Klasifikasi dalam JORC Code
Salah satu hal terpenting dalam JORC Code adalah sistem klasifikasi yang membagi estimasi sumber daya dan cadangan berdasarkan tingkat keyakinan geologis (geological confidence) dan kelayakan ekonomis (economic viability).
Mineral Resources (Sumber Daya Mineral)
Mineral Resources adalah estimasi konsentrasi material yang berpotensi memiliki nilai ekonomis. Dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat keyakinan data geologis:
Inferred Resources: Tingkat keyakinan paling rendah. Data geologis masih terbatas dan estimasi bisa berubah signifikan seiring pengeboran lebih lanjut.
Indicated Resources: Tingkat keyakinan menengah. Data sudah cukup untuk membuat asumsi yang wajar tentang kontinuitas deposit.
Measured Resources: Tingkat keyakinan tertinggi. Data sangat detail dan akurat, estimasi sangat andal.
Baca juga: Apa Itu Break Even Point? Pengertian Rumus dan Contohnya
Ore Reserves (Cadangan Bijih)
Ore Reserves adalah bagian dari Indicated atau Measured Resources yang telah dievaluasi secara teknis dan ekonomis sehingga dinyatakan layak untuk ditambang. Dibagi menjadi:
Probable Reserves: Berasal dari Indicated Resources, sudah disesuaikan dengan faktor teknis dan ekonomis.
Proved Reserves: Tingkat keyakinan tertinggi, berasal dari Measured Resources. Angka ini yang paling sering dijadikan acuan utama valuasi tambang.
Mengapa JORC Penting bagi Investor Saham?
Bagi investor saham sektor pertambangan, laporan JORC adalah kompas utama untuk menilai kualitas dan kuantitas aset tambang sebuah perusahaan. Berikut alasan-alasannya:
Transparansi dan standarisasi: Laporan JORC dibuat oleh Competent Person (CP) yang bersertifikat dan independen, sehingga datanya bisa dipercaya dan dibandingkan antar perusahaan.
Dasar valuasi: Investor dan analis menggunakan angka resources dan reserves dalam model DCF (Discounted Cash Flow) untuk menghitung nilai intrinsik perusahaan tambang.
Sinyal kualitas aset: Perusahaan tambang dengan reserves berkualitas tinggi (Proved & Probable) lebih bernilai dibanding yang hanya punya Inferred Resources.
Due diligence IPO: Saat perusahaan tambang IPO, laporan JORC adalah dokumen wajib yang harus ada dalam prospektus.
Baca juga: Apa Itu Akuisisi? Pengertian, Jenis, dan Dampaknya di Saham
Cara Membaca Laporan JORC
Laporan JORC memang penuh istilah teknis, tapi ada 5 hal utama yang perlu kamu cek. Berikut penjelasannya dalam bahasa sederhana:
Grade (Kadar Mineral): Bayangkan kamu menggali 1 ton tanah berapa gram emas yang bisa kamu dapatkan? Itulah grade. Misalnya grade 1,5 g/t artinya dari setiap 1 ton material, didapat 1,5 gram emas. Grade 1,2% nikel artinya dari 100 kg material, ada 1,2 kg nikel. Semakin tinggi angkanya, semakin “kaya” tambang tersebut dan semakin menguntungkan untuk ditambang.
Tonnage (Jumlah Material): Seberapa besar “gunung” material yang mengandung mineral tersebut, dinyatakan dalam juta ton (Mt). Tonnage besar bagus, tapi tidak ada artinya kalau gradenya sangat rendah. Keduanya harus dilihat bersama-sama.
Contained Metal (Total Logam yang Terkandung): Ini adalah angka paling penting hasil kali tonnage x grade. Contoh: 100 juta ton material dengan grade 1% nikel = 1 juta ton nikel yang terkandung. Kalikan dengan harga nikel saat ini, dan kamu punya gambaran kasar berapa nilai mineral yang ada di dalam tanah itu.
Cut-off Grade (Batas Minimum Layak Tambang): Analoginya seperti ini: kalau kamu berjualan es teh, ada harga jual minimum agar kamu tidak rugi. Sama halnya dengan tambang ada kadar minimum agar penambangan masih menghasilkan keuntungan. Material di bawah cut-off grade dianggap tidak ekonomis dan dibuang sebagai waste. Angka ini sangat dipengaruhi oleh harga komoditas dan biaya operasional tambang.
Competent Person / CP (Orang yang Bertanggung Jawab): Ini seperti tanda tangan dan cap dokter di resep obat ada nama profesional berlisensi yang mempertaruhkan reputasinya atas akurasi laporan tersebut. JORC Code mewajibkan setiap laporan ditandatangani oleh Competent Person yang punya minimal 5 tahun pengalaman di tipe komoditas dan deposit yang dilaporkan. Kalau tidak ada CP yang jelas, laporan itu patut dipertanyakan kredibilitasnya.
Baca juga: Apa Itu Gas Alam atau Natural Gas?
Study Case dalam Investasi
Misalkan sebuah perusahaan tambang nikel mengumumkan hasil pengeboran dengan total Mineral Resources sebesar 100 juta ton pada grade 1,5% nikel. Ini berarti contained metal sekitar 1,5 juta ton nikel. Jika harga nikel di pasar internasional USD 15.000 per ton, maka nilai in-situ (sebelum biaya tambang) adalah USD 22,5 miliar.
Namun, yang paling penting bagi investor adalah berapa yang sudah naik kelas menjadi Ore Reserves karena itulah yang secara realistis bisa ditambang dan dimonetisasi. Resources yang masih di level Inferred harus dilihat dengan ekspektasi yang lebih moderat karena ketidakpastiannya masih tinggi.
Kesimpulan
JORC Code adalah standar emas dalam pelaporan cadangan mineral yang memberikan investor fondasi yang dapat diandalkan untuk menilai kualitas aset tambang. Sebelum berinvestasi di saham pertambangan, biasakan membaca dan memahami laporan JORC perusahaan perhatikan klasifikasi resources vs reserves, grade, tonnage, dan siapa Competent Person yang bertanggung jawab. Informasi ini adalah kunci untuk membedakan tambang berkualitas dari yang sekadar janji di atas kertas.
Kalau Anda ingin mulai belajar investasi saham dari nol tanpa bingung, Revalue Academy menyediakan Freeclass yang bisa Anda ikuti secara gratis. Daftar sekarang di revalueacademy.id dan ambil langkah pertama Anda hari ini.


