Apa Itu IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)?
8 Jul 2026
-
Waktu Baca 4 Menit

Pengertian IHSG
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) adalah indeks yang mengukur kinerja seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia dihitung berdasarkan pergerakan harga semua saham yang listed, memberikan gambaran tentang kondisi pasar saham Indonesia secara keseluruhan dalam satu angka.
IHSG adalah barometer utama kesehatan pasar modal Indonesia. Ketika media melaporkan 'pasar saham Indonesia naik hari ini' atau 'IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa', mereka sedang berbicara tentang angka ini. Investor, ekonom, dan pemerintah sama-sama menggunakan IHSG sebagai salah satu indikator kondisi ekonomi dan sentimen pasar.
Cara membaca IHSG: IHSG dinyatakan dalam poin. Jika IHSG hari ini di 7.500 dan kemarin 7.450, berarti pasar naik 50 poin atau sekitar 0,67%. Persentase perubahan jauh lebih bermakna daripada angka poin absolut karena di level 7.500, kenaikan 1% (~75 poin) setara dengan kenaikan 1% di level 5.000 (~50 poin), meski angka poinnya berbeda.

Cara Kerja dan Metodologi IHSG
Market Capitalization Weighted
IHSG menggunakan metode kapitalisasi pasar tertimbang (market cap weighted). Artinya: saham dengan nilai pasar (market cap) lebih besar memberikan bobot yang lebih besar dalam perhitungan indeks. Jika saham A memiliki market cap Rp 500 triliun dan saham B hanya Rp 5 triliun, pergerakan harga saham A memiliki dampak 100 kali lebih besar terhadap IHSG.
Konsekuensinya: IHSG sangat didominasi oleh beberapa saham besar. Bank-bank besar (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI), Telkom (TLKM), dan beberapa emiten besar lainnya bersama-sama bisa menyumbang 40–50% dari total pergerakan IHSG. Saham-saham kecil dengan market cap rendah hampir tidak terasa pengaruhnya ke IHSG meski bergerak besar.
Basis Perhitungan
IHSG menggunakan nilai dasar 100 pada tanggal 10 Agustus 1982 hari perdagangan pertama BEI. Dari basis 100 tersebut, IHSG telah tumbuh ke level 7.000+ saat ini, mencerminkan pertumbuhan nilai pasar modal Indonesia lebih dari 70 kali lipat dalam empat dekade.
Semua Saham vs Indeks Lain
Berbeda dari indeks seperti LQ45 atau IDX30 yang hanya memasukkan saham-saham tertentu, IHSG mencakup semua saham yang tercatat di BEI saat ini lebih dari 900 emiten. Ini menjadikan IHSG sebagai indeks yang paling representatif dari seluruh pasar, meski juga berarti termasuk saham-saham kecil yang tidak liquid.
Baca juga: Apa Itu Valuasi Saham?
Indeks-Indeks Lain di BEI
BEI menerbitkan berbagai indeks selain IHSG, masing-masing dengan metodologi dan kriteria yang berbeda:
Indeks | Komponen | Kriteria Utama | Kegunaan |
IHSG | Semua saham >900 | Semua emiten listed | Barometer pasar keseluruhan |
LQ45 | 45 saham | Likuiditas & market cap tertinggi | Benchmark untuk reksa dana aktif |
IDX30 | 30 saham | 30 saham paling liquid | Basis ETF, futures kontrak |
IDX80 | 80 saham | Gabungan LQ45 + kriteria lain | Benchmark lebih luas |
Kompas100 | 100 saham | Kinerja fundamental + likuiditas | Indeks media Kompas |
IDX-ESG Leaders | Bervariasi | Skor ESG tertinggi | Investasi bertema ESG |
IDX BUMN20 | 20 saham | Emiten BUMN dan afiliasinya | Khusus monitoring BUMN |

IHSG vs Kinerja Saham Individual
Salah satu kesalahan paling umum investor pemula adalah menyamakan pergerakan IHSG dengan pergerakan saham yang mereka miliki. Keduanya bisa sangat berbeda:
IHSG naik 10% dalam setahun tidak berarti semua saham naik 10%. Bisa jadi 30% saham naik 50%+, sementara 70% sisanya flat atau turun
IHSG yang flat atau turun bukan berarti tidak ada saham yang memberikan return bagus stock picking yang tepat bisa mengalahkan IHSG bahkan dalam kondisi pasar yang sulit
Sebaliknya, IHSG yang naik kencang tidak menjamin portofoliomu ikut naik jika saham yang dipegang bukan termasuk yang berkontribusi ke kenaikan IHSG
Benchmark untuk mengukur kinerja: Gunakan IHSG sebagai benchmark untuk mengukur kinerja portofoliomu. Jika portofoliomu naik 8% tapi IHSG naik 15%, kamu sebetulnya underperform pasar strategi stock picking-mu tidak efektif. Sebaliknya jika portofoliomu naik 20% saat IHSG naik 10%, kamu berhasil mengalahkan pasar (alpha positif).
Baca juga: AISC All-In Sustaining Cost - Pengertian, Komponen & Analisis
Cara Memantau IHSG
Website BEI (idx.co.id): data IHSG real-time dan historis tersedia gratis
Platform trading dan investasi: semua platform saham Indonesia (Stockbit, RTI Business, Bloomberg Terminal) menampilkan IHSG secara real-time
Google: cukup ketik 'IHSG' atau ‘IDX’ di Google untuk langsung melihat harga saat ini
RTI Business: platform data pasar modal paling lengkap untuk analisis IHSG dan saham individual di Indonesia
Baca juga: Apa Itu Alokasi Aset? Strategi Membangun Portofolio Investasi
Kesimpulan
IHSG adalah angka tunggal yang merangkum seluruh kondisi pasar modal Indonesia ia adalah bahasa bersama yang digunakan oleh investor, ekonom, media, dan pemerintah untuk menilai kesehatan pasar. Memahami cara kerjanya, faktor-faktor penggeraknya, dan keterbatasannya adalah fondasi penting bagi setiap investor saham Indonesia.
IHSG adalah thermometer pasar, bukan GPS portofolio. Ia memberitahu kondisi pasar secara agregat, tapi tidak menentukan kinerja saham individual yang kamu pilih. Gunakan IHSG sebagai konteks dan benchmark bukan sebagai satu-satunya penentu keputusan beli atau jual.
Kalau Anda ingin mulai belajar investasi saham dari nol tanpa bingung, Revalue Academy menyediakan Freeclass yang bisa Anda ikuti secara gratis. Daftar sekarang di revalueacademy.id dan ambil langkah pertama Anda hari ini.




