Apa Itu Limit Order dan Market Order?
3 Agu 2026
-
Waktu Baca 6 Menit

Definisi Order dalam Transaksi Saham
Ketika investor ingin membeli atau menjual saham di bursa, ia harus memasukkan 'perintah' kepada sistem perdagangan yang disebut order. Order adalah instruksi resmi kepada broker untuk melakukan transaksi saham sesuai dengan parameter yang ditentukan oleh investor. Dua jenis order paling fundamental yang wajib dipahami setiap investor adalah limit order dan market order.
Market Order: Eksekusi Cepat, Harga Mengikuti Pasar
Pengertian
Market order adalah instruksi untuk membeli atau menjual saham segera pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat order dimasukkan. Investor tidak menentukan harga sistem akan mengeksekusi di harga bid terbaik (untuk jual) atau ask terbaik (untuk beli) yang ada di order book pada saat itu.
Analogi sederhana: Market order seperti berteriak 'saya mau beli!' di lelang tanpa menyebut angka. Kamu pasti dapat barangnya tapi di harga apapun yang berlaku saat itu. Kecepatan dan kepastian eksekusi lebih penting daripada harga.
Kelebihan Market Order
Kepastian eksekusi: selama ada counterparty di pasar, market order hampir pasti tereksekusi. Tidak ada risiko order tidak terisi
Kecepatan: eksekusi hampir instan ideal saat kamu perlu masuk atau keluar posisi segera
Sederhana: tidak perlu menganalisis harga yang tepat untuk dipasang
Kekurangan Market Order
Harga tidak terkontrol: di saham yang tidak liquid, harga eksekusi bisa jauh berbeda dari harga terakhir yang terlihat. Kamu bisa beli di harga jauh lebih tinggi dari yang diharapkan (slippage)
Slippage: perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi aktual. Di saham dengan bid-ask spread lebar atau volume tipis, slippage bisa sangat signifikan
Tidak cocok untuk order besar: membeli dalam jumlah sangat besar dengan market order bisa 'memakan' beberapa level harga sekaligus, menghasilkan rata-rata harga yang jauh lebih mahal

Limit Order: Kontrol Harga, Fleksibel Waktu
Pengertian
Limit order adalah instruksi untuk membeli atau menjual saham hanya pada harga yang ditentukan oleh investor (limit price) atau yang lebih baik dari itu. Sistem tidak akan mengeksekusi order di harga yang lebih buruk dari limit price tapi ada risiko order tidak tereksekusi sama sekali jika harga tidak mencapai level yang ditentukan.
Limit buy order: beli hanya jika harga turun ke atau di bawah limit price yang ditentukan. Jika harga tidak pernah turun ke sana, order tidak tereksekusi
Limit sell order: jual hanya jika harga naik ke atau di atas limit price yang ditentukan. Jika harga tidak pernah naik ke sana, order tidak tereksekusi
Analogi sederhana: Limit order seperti menitipkan tawaran ke agen lelang: 'Saya mau beli rumah ini tapi maksimal Rp 2 miliar. Kalau ada yang mau jual di bawah Rp 2 miliar, beli. Kalau tidak, jangan beli.' Kamu kontrol harga tapi tidak bisa kontrol apakah transaksi terjadi.
Baca juga: Apa Itu Akuisisi? Pengertian, Jenis, dan Dampaknya di Saham
Kelebihan Limit Order
Kontrol harga penuh: tidak akan pernah beli lebih mahal atau jual lebih murah dari yang ditentukan
Tidak ada slippage yang merugikan: harga eksekusi selalu sama dengan atau lebih baik dari limit price
Cocok untuk market yang tidak liquid: di saham dengan bid-ask spread lebar, limit order melindungi dari eksekusi di harga yang terlalu jauh dari yang diinginkan
Bisa dipasang jauh-jauh: investor bisa pasang limit order di harga target yang mungkin baru tercapai beberapa hari kemudian tanpa harus terus memantau pasar
Kekurangan Limit Order
Tidak ada kepastian eksekusi: jika harga tidak pernah mencapai limit price, order tidak terisi dan investor 'ketinggalan' peluang
Partial fill: order bisa tereksekusi sebagian jika tidak ada cukup volume di limit price yang ditentukan
Membutuhkan analisis harga yang tepat: perlu menentukan limit price yang realistis terlalu ketat mungkin tidak pernah tereksekusi, terlalu longgar kehilangan manfaat limit order

Order Book: Cara Kerja Pasar Saham
Untuk memahami bagaimana limit order dan market order berinteraksi, penting untuk memahami konsep order book daftar semua limit order beli dan jual yang belum tereksekusi pada suatu saham:
Bid (antrian beli): semua limit buy order yang sudah terpasang, diurutkan dari harga tertinggi ke terendah. Bid tertinggi adalah harga terbaik yang mau dibayar pembeli saat ini
Ask/Offer (antrian jual): semua limit sell order yang terpasang, diurutkan dari harga terendah ke tertinggi. Ask terendah adalah harga termurah yang mau diterima penjual saat ini
Bid-ask spread: selisih antara bid tertinggi dan ask terendah. Spread yang lebar = saham tidak liquid. Spread yang sempit = saham sangat liquid
Last price: harga transaksi terakhir yang terjadi tidak selalu sama dengan bid atau ask saat ini
Contoh sederhana order book: Bid tertinggi: Rp 1.000 (ada 50 lot). Ask terendah: Rp 1.010 (ada 30 lot). Spread: Rp 10. Jika investor masukkan market buy order 10 lot, akan tereksekusi di Rp 1.010 (ask terendah). Jika investor masukkan limit buy order Rp 990, order masuk antrian bid dan menunggu hingga ada yang mau jual di Rp 990 atau lebih rendah.
Jenis Order Lainnya
Good Till Cancelled (GTC) vs Day Order
Day order: order otomatis dibatalkan jika tidak tereksekusi pada hari bursa yang sama. Default untuk kebanyakan sistem perdagangan di Indonesia
Good Till Cancelled (GTC): order tetap aktif sampai tereksekusi atau dibatalkan secara manual. Berguna untuk limit order yang dipasang di harga target yang mungkin butuh beberapa hari untuk dicapai. Tidak semua sekuritas Indonesia mendukung GTC
Baca juga: Aluminium dan Masa Depan Industri Global, Apa Perannya?
Kapan Menggunakan Limit Order vs Market Order
Situasi | Rekomendasi | Alasan |
Saham sangat liquid dalam kondisi normal | Market order atau limit order di harga ask/bid | Spread sangat sempit, slippage minimal |
Saham kurang liquid (lapis dua/tiga) | Limit order SELALU | Spread lebar, market order bisa kena slippage besar |
Perlu keluar posisi segera (stop loss) | Market order | Kepastian eksekusi lebih penting dari harga |
Ingin beli di harga tertentu (support teknikal) | Limit order | Kontrol harga, tidak ingin bayar lebih dari target |
Berita positif/negatif besar, saham akan gap | Market order (hati-hati) | Limit order mungkin tidak terisi jika harga langsung gap |
Beli/jual dalam jumlah sangat besar | Limit order, dibagi beberapa kali | Market order besar menggerakkan harga sendiri |
Aturan praktis: Untuk saham liquid dengan spread tipis, perbedaan limit vs market order sangat kecil. Untuk saham tidak liquid, SELALU gunakan limit order. Kehilangan peluang karena limit order tidak tereksekusi jauh lebih baik dari terjebak di harga yang sangat jauh dari yang diharapkan karena market order di saham tidak liquid.
Baca juga: Apa Itu Financial Freedom?
Kesimpulan
Limit order dan market order adalah dua alat dasar yang digunakan setiap hari oleh jutaan investor di seluruh dunia. Memahami cara kerja keduanya dan kapan menggunakan yang mana adalah salah satu skill paling praktis dalam bertransaksi saham yang sering diabaikan oleh investor pemula.
Default ke limit order untuk saham apapun yang kurang liquid. Gunakan market order hanya ketika kecepatan eksekusi adalah prioritas utama dan kamu tidak keberatan dengan harga yang mungkin sedikit berbeda. Dan selalu pahami bid-ask spread saham yang ditransaksikan sebelum memilih jenis order spread yang lebar adalah sinyal untuk ekstra hati-hati.
Perjalanan investasi yang konsisten butuh komunitas dan panduan yang tepat. Bergabunglah sebagai Member Revalue Academy dan dapatkan akses ke materi, diskusi, dan mentor yang siap mendampingi Anda. Daftar di revalueacademy.id.




