Apa Itu AISC (All-In Sustaining Cost)?
26 Apr 2026
-
Waktu Baca 6 Menit
Pengertian AISC
All-In Sustaining Cost (AISC) adalah metrik biaya yang mengukur total biaya yang dikeluarkan perusahaan tambang untuk memproduksi satu unit logam biasanya dinyatakan dalam USD per troy ounce (oz) untuk emas. Kata kuncinya adalah 'sustaining': biaya yang dimasukkan adalah biaya yang diperlukan untuk menjaga tambang tetap beroperasi di kapasitas saat ini, bukan biaya ekspansi atau pertumbuhan.
AISC diperkenalkan oleh World Gold Council (WGC) pada 2013 sebagai respons terhadap inkonsistensi cara perusahaan tambang melaporkan biaya produksinya. Sebelum ada AISC, setiap perusahaan bisa memilih metrik yang membuat kinerja mereka terlihat paling bagus ada yang hanya melaporkan 'cash cost' tanpa memasukkan sustaining capex, ada yang mengecualikan overhead korporat, dan seterusnya.
Analoginya sederhana :
Bayangkan kamu punya warung makan. 'Cash cost' hanya menghitung bahan baku dan gaji pelayan. AISC menghitung semua itu DITAMBAH biaya servis peralatan dapur, renovasi kecil, asuransi, pajak usaha, dan gaji manajer. Ini gambaran yang jauh lebih menyeluruh tentang berapa sesungguhnya biaya untuk mempertahankan warung itu tetap buka.
Komponen-Komponen AISC
AISC bukan satu angka tunggal ia adalah penjumlahan dari beberapa komponen biaya. Grafik berikut menunjukkan kontribusi masing-masing komponen terhadap total AISC:

1. Mining Cost (Biaya Penambangan)
Biaya langsung untuk menggali dan mengangkut ore dari tambang ke fasilitas pengolahan. Mencakup bahan bakar alat berat, bahan peledak, biaya kontraktor penambangan, dan pemeliharaan peralatan tambang. Ini biasanya komponen terbesar dalam AISC, menyumbang sekitar 35–40% dari total.
2. Processing Cost (Biaya Pengolahan)
Biaya mengolah ore menjadi dore atau konsentrat. Mencakup reagen kimia (seperti sianida untuk leaching emas), listrik untuk menjalankan pabrik pengolahan, dan pemeliharaan fasilitas mill. Jenis ore sangat memengaruhi biaya ini refractory ore membutuhkan tahap pre-treatment tambahan yang jauh lebih mahal.
3. General & Administrative (G&A)
Overhead korporat yang dialokasikan ke operasi tambang: gaji manajemen, biaya kantor, sistem IT, biaya hukum, dan lainnya. Komponen ini sering diabaikan dalam metrik biaya yang lebih sempit (cash cost), tapi AISC wajib memasukkannya.
4. Royalti dan Pajak Tambang
Pembayaran wajib kepada pemerintah berdasarkan volume produksi atau nilai penjualan. Di Indonesia dikenal sebagai PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Besarannya sangat bervariasi antar negara di beberapa yurisdiksi bisa mencapai 5–10% dari nilai produksi dan menjadi komponen yang signifikan dalam AISC.
5. Sustaining Capital Expenditure (Sustaining Capex)
Investasi modal untuk mempertahankan aset yang sudah ada bukan untuk ekspansi. Contoh: mengganti truk tambang yang sudah aus, merehabilitasi bagian tertentu dari pit, atau memperbarui sistem pengolahan. Ini dibedakan dari growth capex yang digunakan untuk memperluas kapasitas atau membangun tambang baru.
6. By-product Credit (Kredit Produk Sampingan)
Pengurang AISC yang berasal dari penjualan logam sampingan (by-product). Tambang emas sering menghasilkan perak, tembaga, atau zinc sebagai produk sampingan. Pendapatan dari penjualan by-product ini dikreditkan (dikurangkan) dari total biaya, sehingga AISC bersih menjadi lebih rendah.
Cara Menghitung AISC
Formula dasar AISC adalah:
AISC = (Total Biaya Sustaining − By-product Credit) ÷ Volume Produksi
Hasilnya dalam USD per oz (emas) atau USD per ton (untuk logam lain)
Contoh sederhana: PT Tambang Nusantara memproduksi 50.000 oz emas per tahun dengan rincian biaya :
Mining cost: USD 22 juta
Processing cost: USD 14 juta
G&A: USD 5 juta
Royalti: USD 3,5 juta
Sustaining capex: USD 10 juta
By-product credit (perak): (USD 2 juta)
Total biaya sustaining = USD 52,5 juta.
AISC = USD 52,5 juta ÷ 50.000 oz = USD 1.050/oz. Jika harga emas USD 3.000/oz, margin per oz = USD 1.950. Total margin operasi = USD 97,5 juta
AISC vs Cash Cost vs AIC: Apa Bedanya?
AISC bukan satu-satunya metrik biaya yang digunakan di industri tambang. Penting untuk memahami perbedaannya agar tidak salah membandingkan angka dari perusahaan yang berbeda:

Kondisi AISC Global Saat Ini: Margin di Level Tertinggi (2025)

Gambar 3. Harga emas global vs AISC rata-rata industri 2019–2025. Bar berwarna = margin (harga dikurangi AISC). Di
2025, harga emas ~USD 3.300/oz sementara median AISC ~USD 1.600/oz, menghasilkan margin rekord ~USD 1.700/oz.
Ini konteks makro yang penting untuk investor saham tambang emas:
AISC global Q3 2024 mencapai USD 1.456/oz level tertinggi sejak data WGC dimulai pada 2010,naik 9% year-on-year
Namun harga emas melonjak lebih cepat: dari ~USD 1.940/oz (2023) ke ~USD 3.300+/oz (April 2026), melebarkan margin secara dramatis
Median AISC global 2025 diproyeksikan ~USD 1.600/oz artinya margin industri sekitar USD 1.700/oz, level tertinggi sepanjang sejarah
97% produksi emas global di Q3 2024 masih menguntungkan tren ini berlanjut di 2025 dengan harga emas yang terus naik

AISC dalam Analisis Saham Tambang Emas
1. Bandingkan AISC dengan Harga Spot Hitung Margin
Margin = Harga Spot Emas − AISC. Ini adalah profitabilitas per ounce yang paling mudah dibandingkan. Emiten dengan AISC USD 900/oz di lingkungan harga USD 3.300/oz memiliki margin USD 2.400/oz sangat menarik. Emiten dengan AISC USD 2.500/oz di harga yang sama hanya punya margin USD 800/oz.
2. Monitor Tren AISC dari Kuartal ke Kuartal
AISC yang terus naik bisa mengindikasikan: penurunan ore grade (masalah fundamental deposit), inflasi biaya yang tidak terkontrol, atau masalah operasional. AISC yang stabil atau turun menunjukkan efisiensi operasional yang baik.
3. Bandingkan AISC Antar Emiten dalam Industri
Emiten dengan AISC lebih rendah dari rata-rata industri memiliki keunggulan kompetitif yang nyata mereka lebih tahan terhadap penurunan harga emas dan punya lebih banyak ruang untuk investasi pertumbuhan. Ini salah satu faktor yang membenarkan premium valuasi.
4. Hitung Break-even Price
AISC juga merupakan break-even price harga emas minimum agar operasi tambang tidak merugi. Emiten dengan AISC USD 1.200/oz aman selama harga emas di atas USD 1.200. Ini berguna untuk stress-test: 'Berapa penurunan harga emas maksimal sebelum emiten ini mulai merugi?
Keterbatasan AISC :
AISC adalah metrik Non-IFRS tidak ada standar akuntansi yang mengaturnya secara wajib, sehingga definisi dan komponen yang dimasukkan bisa sedikit berbeda antar perusahaan. Selalu baca catatan kaki (footnote) laporan keuangan untuk memahami apa yang dimasukkan dan dikecualikan. Beberapa perusahaan juga melaporkan AISC on a co-product basis vs by-product basis yang bisa menghasilkan angka berbeda untuk tambang yang sama.
Kesimpulan
AISC adalah metrik biaya paling komprehensif dan paling banyak digunakan dalam industri tambang emas standar yang diperkenalkan World Gold Council pada 2013 untuk memberikan transparansi dan perbandingan yang lebih adil antar perusahaan.
Bagi investor saham, AISC adalah titik awal wajib dalam menganalisis emiten tambang: bandingkan dengan harga spot logam untuk menghitung margin, pantau trennya dari kuartal ke kuartal, dan gunakan sebagai alat perbandingan antar emiten dalam industri yang sama.
Di 2025–2026, industri emas berada dalam kondisi yang sangat menguntungkan: harga emas di atas USD 3.300/oz sementara median AISC global masih di sekitar USD 1.600/oz menghasilkan margin rekord sekitar USD 1.700/oz. Bagi investor yang menganalisis saham tambang emas, pemahaman AISC adalah kunci untuk mengevaluasi siapa yang paling diuntungkan dari kondisi.


