Apa Itu CASA (Current Account Savings Account Ratio)?
1 Jul 2026
-
Waktu Baca 4 Menit

Pengertian CASA
CASA singkatan dari Current Account Savings Account adalah rasio yang mengukur proporsi dana pihak ketiga (DPK) sebuah bank yang berasal dari rekening giro (current account) dan rekening tabungan (savings account), dibandingkan dengan total DPK bank tersebut.
CASA adalah salah satu metrik paling penting dalam menganalisis bank karena mencerminkan seberapa murah biaya dana (cost of fund) yang dimiliki bank. Rekening giro dan tabungan membayar bunga sangat rendah atau bahkan nol, berbeda jauh dengan deposito berjangka yang membayar bunga yang lebih tinggi. Semakin tinggi CASA ratio, semakin murah biaya dana bank, dan semakin tinggi potensi net interest margin (NIM).
Analogi sederhana: CASA ratio adalah seperti ukuran seberapa banyak 'uang gratis' atau 'uang murah' yang dipercayakan nasabah ke sebuah bank. Rekening giro dan tabungan adalah uang yang parkir di bank dengan imbalan sangat kecil bank bisa 'meminjam' uang ini dengan sangat murah dan menyalurkannya sebagai kredit dengan bunga jauh lebih tinggi. Semakin besar proporsi ini, semakin menguntungkan posisi bank.

Komponen CASA
Current Account (Rekening Giro)
Rekening transaksi yang digunakan oleh individu dan bisnis untuk keperluan operasional sehari-hari pembayaran, penagihan, transfer. Karakteristik rekening giro:
Bunga sangat rendah atau nol nasabah menerima fleksibilitas transaksi sebagai kompensasi, bukan bunga
Saldo berfluktuasi tapi bisnis besar biasanya memiliki saldo rata-rata yang cukup besar
Bank korporasi (corporate banking) yang kuat biasanya memiliki porsi rekening giro yang besar
Savings Account (Rekening Tabungan)
Rekening simpanan ritel yang paling umum. Bunga lebih tinggi dari giro tapi masih jauh di bawah deposito berjangka biasanya 0,5–3% per tahun vs deposito 4–7%. Saldo tabungan cenderung lebih stabil dari giro karena nasabah ritel tidak setransaksi perusahaan bisnis.
Deposito vs CASA
Deposito berjangka (time deposit) adalah sumber dana yang tidak termasuk dalam CASA. Deposito membayar bunga yang lebih tinggi karena nasabah mengunci dananya untuk periode tertentu. Ini adalah dana yang paling mahal bagi bank dari sisi cost of fund.
Formula CASA Ratio: (Total Giro + Total Tabungan) ÷ Total Dana Pihak Ketiga × 100%
Baca juga: Apa Itu Private Credit? Risiko & Cara Kerja
Mengapa CASA Ratio Sangat Penting untuk Investor Bank
1. Menentukan Cost of Fund (CoF)
Cost of fund adalah biaya rata-rata yang dibayar bank untuk mengumpulkan dana. CASA yang tinggi berarti sebagian besar dana diperoleh dengan biaya sangat rendah menekan CoF secara keseluruhan. Bank dengan CASA 80% memiliki cost of fund yang jauh lebih rendah dari bank dengan CASA 40%, meski keduanya menawarkan bunga deposito yang sama.
2. Penentu Net Interest Margin (NIM)
NIM adalah selisih antara yield aset (bunga kredit yang diterima) dan cost of fund (bunga yang dibayar untuk dana). Bank dengan CASA tinggi memiliki cost of fund rendah → NIM lebih lebar → profitabilitas lebih tinggi. Ini adalah salah satu keunggulan kompetitif paling sustainable dalam perbankan.
NIM = Yield Aset − Cost of Fund
3. Daya Tahan dalam Siklus Suku Bunga
Ketika Bank Indonesia menaikkan suku bunga, biaya deposito naik mengikuti pasar. Tapi biaya rekening giro dan tabungan tidak naik secepat deposito karena nasabah giro dan tabungan tidak mudah pindah dan tidak sepeka deposan dalam mengrespon perubahan suku bunga. Bank dengan CASA tinggi jauh lebih tahan terhadap kenaikan suku bunga karena tidak semua dananya mengalami repricing.

CASA sebagai moat perbankan: CASA ratio yang tinggi dan stabil adalah salah satu 'economic moat' terkuat dalam industri perbankan. Ia mencerminkan loyalitas nasabah, kedalaman jaringan, kekuatan brand, dan kualitas produk transaksi. BBCA, misalnya, dikenal memiliki CASA ratio tertinggi di antara bank besar Indonesia dan ini adalah salah satu faktor utama yang membenarkan premium valuasi BBCA dibanding bank-bank lain.
Baca juga: Apa Itu Windfall Tax dan Royalti?
CASA dalam Konteks Analisis Valuasi Bank
Dalam model penilaian bank, CASA ratio adalah salah satu input penting yang memengaruhi proyeksi NIM dan profitabilitas jangka panjang. Bank dengan CASA tinggi layak mendapat premium valuasi (P/BV dan P/E lebih tinggi) karena:
Profitabilitas lebih sustainable keunggulan cost of fund sulit direplikasi dalam jangka pendek
Lebih tahan dalam siklus suku bunga yang naik tidak sepenuhnya terekspos repricing cost
Mencerminkan loyalitas nasabah yang tinggi switching cost yang besar melindungi market share
Arus kas lebih stabil dan dapat diprediksi
Kesimpulan
CASA ratio adalah metrik fundamental yang tidak boleh diabaikan dalam analisis saham perbankan. Ia merangkum dalam satu angka seberapa kuat posisi kompetitif sebuah bank dalam mengumpulkan dana murah yang pada akhirnya menentukan seberapa profitable dan tahan bank tersebut dalam berbagai kondisi pasar.
Takeaway utama: Ketika membandingkan saham bank, selalu periksa CASA ratio-nya. BBCA dengan CASA 80%+ tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan bank CASA 50% hanya dari sisi P/E atau P/BV perbedaan CASA mencerminkan perbedaan kualitas bisnis yang fundamental, bukan hanya perbedaan harga. Premium valuasi BBCA sebagian besar bisa dijelaskan oleh keunggulan CASA ini.
Ingin belajar lebih dalam tentang analisis saham bersama mentor berpengalaman? Ikuti Masterclass Revalue Academy dan kuasai cara memilih saham yang tepat. Cek jadwal dan daftarkan diri Anda di revalueacademy.id




