Apa Itu Share Purchase Agreement (SPA)?
28 Agu 2026
-
Waktu Baca 4 Menit

Pengertian SPA
Share Purchase Agreement (SPA) atau Perjanjian Jual Beli Saham adalah kontrak hukum yang mengikat antara penjual dan pembeli saham, yang mengatur seluruh syarat dan ketentuan transaksi jual beli saham tersebut. SPA adalah dokumen inti dari hampir setiap transaksi M&A (merger dan akuisisi) yang melibatkan pembelian saham perusahaan.
SPA bukan sekadar bukti transaksi ia adalah dokumen yang menentukan harga, mekanisme pembayaran, representasi dan jaminan dari kedua pihak, kondisi-kondisi yang harus dipenuhi sebelum transaksi closing, serta alokasi risiko jika ada masalah yang ditemukan pasca-closing. Dokumen ini biasanya puluhan hingga ratusan halaman dan melibatkan tim pengacara dari kedua pihak.
Analogi sederhana: SPA seperti akta jual beli properti tapi jauh lebih kompleks. Ketika beli rumah, ada akta notaris yang mengatur perpindahan kepemilikan. Ketika beli perusahaan (lewat pembelian saham), SPA adalah 'akta' itu tapi mencakup jauh lebih banyak hal karena yang dibeli bukan sekadar aset fisik, melainkan seluruh entitas hukum dengan semua kewajiban, risiko, dan nilai tersembunyinya.

SPA vs APA: Dua Cara Membeli Bisnis
Dalam transaksi M&A, ada dua pendekatan utama yang menggunakan dokumen berbeda:
Share Purchase Agreement (SPA): pembeli membeli saham perusahaan target artinya pembeli mengambil alih seluruh entitas hukum, termasuk semua aset, liabilitas, kontrak, karyawan, dan risiko yang melekat. Pembeli mendapat 100% perusahaan (atau sebagian, sesuai persentase saham yang dibeli)
Asset Purchase Agreement (APA): pembeli membeli aset-aset spesifik dari perusahaan target bisa mesin, properti, merek, atau portofolio kontrak tanpa harus mengambil alih seluruh entitas hukum. Pembeli bisa memilih aset mana yang dibeli dan liabilitas mana yang diambil
Baca juga: Apa Itu Akuisisi? Pengertian, Jenis, dan Dampaknya di Saham
Aspek | SPA (Beli Saham) | APA (Beli Aset) |
Yang berpindah | Seluruh entitas hukum | Aset-aset spesifik yang disepakati |
Liabilitas | Pembeli mewarisi semua liabilitas (diketahui & tersembunyi) | Pembeli hanya mengambil liabilitas yang disepakati |
Kontinuitas kontrak | Otomatis semua kontrak ikut berpindah | Perlu novasi/assignment kontrak satu per satu |
Karyawan | Otomatis ikut berpindah ke pemilik baru | Perlu proses transfer/perekrutan baru |
Pajak | Umumnya lebih sederhana pajak capital gain penjual | Lebih kompleks bisa ada PPN, BPHTB, dll per aset |
Digunakan untuk | Akuisisi perusahaan secara keseluruhan | Beli divisi, cabang, atau aset tertentu saja |

SPA dalam Konteks Pasar Modal Indonesia
Dalam konteks emiten BEI, SPA paling sering muncul dalam beberapa situasi:
Akuisisi blok saham besar oleh investor strategis: ketika investor strategis membeli 20–50%+ saham dari pemegang saham existing melalui transaksi privat (bukan di bursa). Ini sering memicu kewajiban tender offer jika kepemilikan melewati batas tertentu
Akuisisi anak perusahaan dari induk: ketika perusahaan publik menjual atau membeli anak perusahaan dari/ke perusahaan afiliasi. Ini adalah transaksi material yang wajib dilaporkan ke OJK dan BEI
Privatisasi dan divestasi BUMN: pemerintah menjual sebagian saham BUMN ke investor strategis melalui SPA, sebelum atau sesudah IPO
MBO (Management Buyout): manajemen membeli perusahaan dari pemilik lama melalui SPA, sering dengan dukungan pembiayaan dari private equity
Relevansi untuk investor publik: Ketika emiten mengumumkan SPA material (keterbukaan informasi ke OJK/BEI), itu sering menjadi katalis besar untuk harga saham. Baca detail SPA-nya: berapa harga per saham yang disepakati vs harga pasar? Apakah ada earn-out? Siapa yang mengakuisisi dan apa strateginya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini menentukan apakah pengumuman SPA bersifat bullish atau bearish untuk saham emiten.
Baca juga: Apa Itu Obligasi? Cara Kerja & Jenisnya
Kesimpulan
SPA adalah dokumen hukum terpenting dalam setiap transaksi akuisisi perusahaan. Ia tidak hanya mengatur perpindahan saham dan harga ia mengalokasikan risiko antara penjual dan pembeli, melindungi pembeli dari kejutan pasca-akuisisi, dan memberikan kerangka penyelesaian sengketa jika ada masalah yang muncul kemudian.
Takeaway utama: Setiap kali ada pengumuman akuisisi yang melibatkan emiten publik Indonesia, cari keterbukaan informasi SPA-nya di website BEI atau OJK. Perhatikan: harga per saham, mekanisme harga (apakah ada earn-out), dan kondisi precedent yang masih perlu dipenuhi. SPA yang sudah ditandatangani tapi belum closing karena CP belum terpenuhi masih mengandung ketidakpastian yang perlu diperhitungkan investor.
Kalau Anda ingin mulai belajar investasi saham dari nol tanpa bingung, Revalue Academy menyediakan Freeclass yang bisa Anda ikuti secara gratis. Daftar sekarang di revalueacademy.id dan ambil langkah pertama Anda hari ini.




