Apa Itu TACO (Trump Always Chickens Out)?
19 Mei 2026
-
Waktu Baca 6 Menit

Pengertian TACO
TACO adalah singkatan dari "Trump Always Chickens Out" sebuah istilah yang populer di kalangan pelaku pasar, yaitu merujuk pada saat Donald Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (periode pertama: 2017–2021, dan periode kedua yang dimulai 2025).
Sederhananya, TACO menggambarkan pola perilaku yang kerap diamati: ketika kebijakan ekonomi atau perdagangan yang diumumkan Trump berpotensi menimbulkan dampak negatif besar pada pasar, pada akhirnya kebijakan tersebut sering kali dilunakan, ditunda, atau bahkan dibatalkan terutama setelah pasar bereaksi negatif. Istilah "chickens out" berarti "mundur" atau "mengurungkan niat."
Istilah TACO ini berkembang menjadi semacam sentimen pasar atau bahkan menjadi bagian dari strategi pembacaan pasar: ketika pasar turun tajam akibat pernyataan atau kebijakan Trump, sebagian pelaku pasar percaya bahwa penurunan ini adalah kesempatan beli karena Trump pada akhirnya akan mundur dari kebijakan/aksi yang dia lakukan.
Asal Usul Istilah TACO
Istilah TACO mulai banyak digunakan oleh analis Wall Street dan media keuangan terutama sejak periode pertama Trump (2017–2021), dan lebih sering muncul lagi selama perang dagang AS-China yang berlangsung intens pada 2018–2019.
Pola yang sering terulang kala itu adalah sebagai berikut:
Trump mengumumkan kebijakan, ancaman perdagangan atau hal-hal yang menimbulkan risiko seperti perang yang membuat pasar saham turun.
Pasar bereaksi negatif, menimbulkan fear dan akhirnya volatilitas meningkat.
Beberapa waktu kemudian, Trump atau pejabat pemerintahannya mengeluarkan pernyataan yang sifatnya melunak, atau kebijakan tersebut ditunda/dikecualikan untuk sebagian pihak.
Pasar kemudian rebound (naik kembali).
Pola ini terulang cukup sering hingga beberapa trader mulai menjadikannya sebagai strategi: "buy the dip" (beli saat turun) setiap kali ada panic selling akibat pernyataan Trump, karena kemungkinan besar situasinya akan mereda.

Mengapa TACO Relevan bagi Investor?
TACO bukan sekadar lelucon atau meme di internet istilah ini mencerminkan fenomena nyata yang kerap terjadi selama trump menjabat sebagai presiden AS yang disebut "policy uncertainty" (ketidakpastian kebijakan) untuk menciptakan volatilitas dan rasa takut guna mencapai tujuan yang Trump inginkan. Berikut mengapa ini penting bagi investor :
1. Volatilitas yang Dapat Diprediksi
Jika pola TACO memang konsisten terjadi, maka ada semacam pola volatilitas yang bisa diprediksi. Trader dapat memanfaatkan penurunan pasar akibat perubahan kebijakan “sementara” yang keras sebagai potensi peluang pembelian di harga yang lebih rendah.
2. Risiko "This Time It's Different"
Bahaya dari strategi TACO adalah asumsi bahwa pola ini akan selalu berulang. Namun dalam investasi, tidak ada pola yang berlaku 100% sepanjang waktu. Ada kemungkinan bahwa suatu saat kebijakan tersebut benar-benar diimplementasikan penuh tanpa ada koreksi, dan pasar mengalami penurunan yang lebih lama dan dalam.
3. Pentingnya Memantau Berita & Kebijakan
Istilah TACO mengingatkan investor bahwa pernyataan dan kebijakan pemerintah terutama dari negara sebesar AS dapat memiliki dampak besar dan cepat terhadap pasar keuangan global, termasuk pasar Indonesia melalui sentimen dan capital flow asing.
Baca juga: Apa Itu P/E Ratio? Cara Hitung & Contoh
Contoh aksi TACO :
"Liberation Day" & Tarif Resiprokal (April 2025)
TACO di era kepresidenan kedua Trump terjadi pada tahun lalu yaitu pada April 2025 yang dijuluki "Liberation Day". Trump mengumumkan tarif resiprokal (kebijakan perdagangan di mana suatu negara mengenakan pajak impor yang setara dengan tarif yang diterapkan negara mitra terhadap produk mereka). Khusus China, tarif impor mencapai 145%, sementara China membalas dengan mengenakan tarif hingga 125% untuk produk AS.
Dampaknya: crash pasar saham 2025 terjadi, obligasi AS pun ikut tertekan. Namun tujuh hari kemudian, TACO terjadi:
9 April 2025: Trump mengumumkan tarif resiprokal di atas 10% dipause 90 hari untuk semua negara kecuali China.
S&P 500 langsung melonjak 9,52% kenaikan satu hari terbesar sejak 2008.
Pola ini terulang berkali-kali sepanjang 2025: ancaman tarif keras dari Trump, pasar anjlok, lalu Trump membuka exemption atau negosiasi, pasar rebound. Rata-rata tarif AS terhadap impor global meski sudah turun dari puncaknya, tetap berada di level tertinggi.

Konflik AS-Iran & Pemblokiran Selat Hormuz (2026)
Aksi TACO yang masih sangat relevan dan sedang berlangsung. Pada Februari 2026, AS dan Israel melakukan serangan militer ke fasilitas nuklir dan infrastruktur militer Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran menutup Selat Hormuz sebagai senjata geopolitiknya. Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia memicu salah satu krisis energi terparah dalam sejarah modern.
Dampak ke pasar langsung terasa:
Harga minyak Brent melonjak ke kisaran $109–$112 per barel, naik sekitar 50% sejak perang pecah.
Indeks saham global bergejolak tajam, dengan sesi yang sangat volatil setiap kali ada eskalasi atau sinyal gencatan senjata.
Yield obligasi AS 10 tahun merangkak naik ke 4,36%, menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Di sinilah pola TACO kembali terlihat jelas. Trump berulang kali menetapkan deadline ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz diikti dengan ancaman keras seperti menghancurkan pembangkit listrik. Namun setiap kali deadline mendekati, Trump memilih memperpanjang tenggat waktu atau membuka ruang negosiasi karena Trump sadar jika ancaman tersebut dia lakukan akan berujung pada kondisi yang lebih buruk lagi dan berpotensi memberikan dampak buruk bagi ekonomi US itu sendiri dan berbagai pertimbangan faktor lain.
Salah satu momen paling dramatis terjadi pada 8 April 2026: Trump mengancam bahwa "a whole civilization will die tonight" jika Iran tidak membuka Selat Hormuz. Namun beberapa jam sebelum deadline, Trump kembali mundur mengumumkan jeda dua minggu setelah Iran menyepakati negosiasi yang berisi 10 permintaan iran. Pasar langsung merespons positif begitu berita ceasefire sementara muncul.
Baca juga: Apa Itu Prospektus? Jenis & Cara Baca
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Strategi TACO
Jika kamu mempertimbangkan untuk menggunakan logika TACO sebagai dasar keputusan investasi, ada beberapa hal penting yang perlu diingat:
Jangan hanya mengandalkan satu pola atau satu strategi, diversifikasi analisis dan pastikan fokus pada “root cause” atau indikator yang mengakibatkan Trump melakukan aksi TACO-nya.
Pahami konteksnya, karena tidak semua penurunan pasar akibat kebijakan Trump akan diikuti oleh koreksi kebijakan.
Manajemen risiko tetap penting dalam menghadapi volatilitas akibat aksi TACO. Selalu manage risiko dengan baik sehingga dapat mencapai risk-adjusted return yang baik ditengah volatilitas kebijakan/aksi.
Pahami bahwa pasar modal Indonesia juga bisa terpengaruh oleh sentimen global, termasuk kebijakan perdagangan AS maupun dampak perang yang dapat mempengaruhi harga komoditas seperti minyak.
Bedakan antara trading jangka pendek (memanfaatkan volatilitas TACO) dan investasi jangka panjang (berdasarkan fundamental).
Baca juga: Apa Itu Private Credit? Risiko & Cara Kerja
Kesimpulan
TACO (Trump Always Chickens Out) adalah istilah yang sangat relevan dalam dunia investasi selama Trump menjabat sebagai presiden. TACO menggambarkan pola di mana kebijakan keras dari Trump sering kali diikuti oleh pelunakan atau pembatalan, sehingga pasar yang sempat turun cenderung rebound. Bagi investor, memahami istilah ini membantu dalam memahami sentimen pasar dan volatilitas jangka pendek. Namun, strategi apapun yang didasarkan pada pola perilaku tokoh politik tetap mengandung risiko tinggi dan sebaiknya dikombinasikan dengan analisis fundamental dan teknikal yang solid.
Ingin belajar lebih dalam tentang analisis saham bersama mentor berpengalaman? Ikuti Masterclass Revalue Academy dan kuasai cara memilih saham yang tepat. Cek jadwal dan daftarkan diri Anda di revalueacademy.id.


